Fobia Sosial yang Dilematis

terapi fobia
Photo by cottonbro from Pexels

Fobia sosial terlalu menakutkan bagi penderitanya. Meskipun dijelaskan bagaimana pun juga. Kalau keinginan untuk sembuh tidak datang dari dalam diri sendiri. Sangat sulit untuk sembuh. Karena, yang namanya fobia, berada di dalam pikiran "bawah sadar" seseorang.

Silahkan dipelajari apa itu pikiran bawah sadar.


Anggap saja, kamu sekarang sudah paham apa itu pikiran bawah sadar. Kamu punya dua pilihan untuk menyembuhan fobia sosial yang kamu miliki. Pertama dengan menyembuhkan diri sendiri. Bagaimana caranya, mudah. Asal kamu mau belajar dan mudah menerima sugesti. Kalau di Terapifobia.com, ada sebuah Audio Terapi Fobia yang berjudul "Tombol Fobia".

Tombol Fobia pada intinya adalah self hypnosis. Untuk pertama, kamu menyembuhkan fobia yang paling dominan dalam dirimu, misalnya fobia yang dominan adalah fobia sosial. Kamu harus menyembuhkan fobia sosial yang kamu derita terlebih dahulu.

Setelah berhasil tuntas mengatasi fobia sosial. Dengan metode Tombol Fobia, kamu bisa menyembuhkan fobia-fobia lain yang kamu punya. Misalnya, kamu fobia kecoa atau fobia ular. Kamu bisa menyembuhkan diri sendiri tanpa bantuan orang lain.


Jangan Mempersulit Masalah yang Rumit, Pahami Pola Masalahnya, lalu Carilah Cara Paling Mudah untuk Menyelesaikannya

Ketika kamu mengatasi masalah fobia, sebenarnya kamu berhadapan dengan persepsi-persepsi yang sudah terbangun di dalam dirimu. Menurut saya, kamu bisa mencoba terapi menulis. 

Simpelnya, terapi menulis adalah menuangkan semua hal yang kita ketahui tentang masalah yang kita hadapi dalam sebuah kertas. Setelah itu kita membacanya dengan bersuara.

Cara seperti ini sering saya lakukan untuk brainstorming masalah-masalah psikologis yang saya hadapi. Bahkan cara ini juga efektif untuk menyelesaikan masalah pekerjaan sekalipun.

Rahasia cara ini terletak dari manfaat menulis, yaitu mengumpulkan fokus pikiran kita kepada tulisan kita. Maka cukup beralasan, jika ada orang yang mengatakan, tulisan dapat menunjukkan kepribadian seseorang.

Oh ya, terapi menulis disini, berarti menulis menggunakan tangan ya. Dalam secarik kertas atau sebuah buku, tidak masalah. Asalkan bukan dengan keyboard ataupun smartphone. 

Kalau kamu bertanya, "kenapa gak boleh pakai keyboard?"

"kenapa gak boleh pakai smartphone?"

Silahkan dicoba saja. Kamu akan menemukan jawaban yang paling pas buat kamu. Setiap orang terkadang nyaman dengan menulis tangan, yang lain lebih nyaman menulis menggunakan keyboard, atau bahkan ada juga yang efektif brainstorming dengan smartphone.

Semuanya adalah pilihan pribadi setiap orang, satu dengan lainnya sangat terikat.