Siapa yang belajar filosofi hidup dari film?

Film & Fiksi

Film adalah fiksi. Fiksi haruslah logis.

Kilas balik tahun 2011, saya membaca Fenomena Ayat-Ayat Cinta, sebuah buku yang membongkar rahasia novel bestseller Ayat-Ayat Cinta, yang akhirnya difilmkan. Dalam bagian akhir dari buku ini bercerita bahwa sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sebuah dongeng dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.

Lebih jelasnya, silahkan baca Fenomena Ayat-Ayat Cinta.

Dari membaca buku tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa film, sejatinya adalah sebuah karya yang luar biasa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Mempengaruhi motivasi seseorang. Mengubah seseorang. 

Saya yakin setiap film memberikan "sense" yang berbeda kepada setiap penontonnya. Selain sebagai simbol peradaban, film dapat dijadikan sebuah tolak ukur kreatifitas penciptanya. Lebih jauh lagi, dapat dijadikan satu parameter untuk mengukur kreatifitas suatu bangsa.

Sejak 2011, saya sendiri lebih banyak menonton film daripada nonton tv. Bosan karena acara televisi itu-itu saja. Ceritanya mudah ditebak. Sedikit sekali acara televisi yang inspiratif. Kalaupun nonton tv, acara-acara di tahun itu yang menarik. Lebih banyak saya nonton via Youtube. Seperti Mario Teguh Golden Ways, Mata Najwa, Hitam Putih.

Berikut ini adalah kutipan Founder Apple yang sangat menarik soal nonton tv.


Menurut saya, sebuah film adalah reka adegan dunia nyata yang diabadikan dalam sinematografi yang matang. Dibuat oleh orang-orang kreatif dengan tujuan-tujuan tertentu. Selain karena uang, tentu ada alasan tertentu yang membangkitkan motivasi seseorang membuat film.

Filosofi itu apa sih?

Menurut KBBI, 1 pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2 teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3 ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi

Dari kecil saya sangat tertarik dengan air. Bagaimana air bisa mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Tetap berjalan sebisa mungkin kemanapun dia bisa. Sedikit tidak masalah. Selangkah tidak masalah. Ke tempat yang kotor tidak masalah. Asalkan melangkah. Filosofi air memberi pelajaran penting dalam hidup saya.

Seperti ketika mendirikan terapifobia.com yang cukup terjal. Bagaimana pun terapifobia.com harus tetap ada. Karena kami punya visi yang besar. Kami yakin kami bisa bermanfaat untuk orang banyak. Selagi masih mungkin untuk tetap mengalir. Terapi Fobia akan tetap ada. Selama masih ada yang mengalami masalah fobia.

Mengambil Prinsip Hidup dari Sebuah Film

Film Forrest Gump mengajarkan kita bahwa tidak hanya orang pintar saja yang bisa jadi filantropi, orang bodoh sekalipun tetap bisa menjadi seorang filantropi.

Film Start Up (Drakor 2020) mengajarkan kita bahwa bisa jadi orang terdekat kita tidak suka mimpi kita terwujud. Tetapi, ketika kita yakin, pasti akan terwujud.

Saya berandai-andai,
Jika semua film yang ada bertujuan untuk masa depan sebuah bangsa. Memasukkan prinsip-prinsip yang positif tentang kebangsaan. Tentu dalam puluhan tahun ke depan, bisa dipastikan bangsa tersebut bunya chance maju yang lebih besar. Dilihat dari "sugesti" yang disisipkan dalam setiap adegan.


Film dalam Perspektif 'Kesadaran Pemerannya'

Pura-pura, itu kata kuncinya. ACTING itu PURA-PURA. Betul?

Tahun 2014 saya belajar ilmunya DAVE ELMAN, Beliau adalah sesepuh di bidang hypnotherapy. Beliau sampai punya teknik hipnosis yang mashyur, yang ampuh, anti gagal. Beliau bukan dokter, tetapi mewajibkan bagi siapa saja yang ingin belajar hipnosis kepadanya haruslah seorang dokter.

Pura-pura ataupun tidak pura-pura itu sama saja.

Baca sekali lagi, dalam sesi hipnoterapi, berpura-pura ataupun tidak berpura-pura itu sama saja efeknya dalam tubuh dan pikiranmu. Misalnya begini, kamu tidak pernah menjalani sesi hipnoterapi sama sekali. Kemudian kamu yakin, kamu tidak bisa dihipnotis. Ketika kamu menjalani sesi hipnoterapi, kamu CUMA BERPURA-PURA mengikuti seluruh intruksi hipnoterapis. Untuk mencegah supaya kamu masuk dalam "kehilangan kesadaran" (soal KEHILANGAN KESADARAN akan saya bahas di lain artikel, saya menggunakan istilah ini hanya untuk mempermudah penjelasan). 

Dalam kondisi berpura-pura mengikuti intruksi hipnoterapis, kamu berusaha sekuat tenaga mengendalikan KESADARAN PENUH. Tetapi, ada hal yang tidak kamu tahu. 

Dalam proses hipnoterapi, KEPURA-PURAANMU tidak BEREFEK APAPUN.

Karena, keberhasilan setiap instruksi hipnoterapis ada indikatornya. Indikator-indikator tersebuh TIDAK BISA KAMU SEMBUNYIKAN. Karena terlihat jelas di WAJAHMU dan kondisi TUBUHMU.

Ketika indikator-indikator ini MUNCUL. Proses hipnoterapis tetap berjalan dan tetap BERHASIL. Sedangkan kamu tidak bisa MENCEGAH indikator-indikator ini MUNCUL. 

Saya kasih bocoran,

Indikator-indikator Pikiran Bawah Sadar sedang AKTIF

  1. Kondisi kening mengalami perubahan, jika sebelumnya tenang kemudian berkerut. Itu artinya mengalami perubahan (AKTIF). Jika sebelumnya berkerut kemudian TENANG, itu artinya mengalami perubahan (AKTIF/satu indikator pikiran bawah sadar sedang aktif)
  2. Mata memerah
  3. REM atu Rapid Eyes Movement, kondisi mata berkedip secara cepat dan berulang.
  4. Pipi memerah.
  5. Telinga memerah.
  6. Pipi dan Telinga adalah organ yang terhubung (dalam perspektif HIPNOTERAPI), karena faktanya, jika hidung kamu memerah, telinga kamu pasti memerah.
  7. Malas Ngomong
PIKIRAN BAWAH SADAR yang AKTIF adalah kondisi dimana seseorang sangat SUGESTIF. Sugestif adalah kondisi kesadaran seseorang yang sangat mudah mengikuti instruksi SIAPA SAJA. Sangat mudah mengikuti perkataan SIAPA SAJA. 

MASIH INGAT DI SEKOLAH DULU?
Ketika kita terlambat sekolah, kita akan "dipajang di depan kelas", sebelum dipajang kita akan mendapatkan hukuman fisik dan verbal. Hukuman fisik sering kali berupa dijewer.  DIJEWER membuat TELINGA MEMERAH, secara otomatis HIDUNG MEMERAH. Karena kesakitan bisa jadi MATA KITA IKUT MEMERAH sebelum akhirnya MENANGIS. 

Kemudian kita akan mendapatkan sebuah hukuman verbal berupa "TERLAMBAT TERUS!!!".

Setelah kejadian dipajang di depan kelas, tentu KITA BERUSAHA KERAS untuk tidak telambat KEESOKAN HARINYA. Tetapi, langkah AJAIBNYA, keesokan harinya KITA TETAP TERLAMBAT LAGI.

Saya menyebut fenomena ini sebagai "SALAH SUGESTI"

YANG MUNGKIN KAMU BELUM TAHU, ketika GURU dengan SENGAJA menjewer kita. SECARA TIDAK SENGAJA, Beliau sedang MENGAKTIFKAN PIKIRAN BAWAH SADAR KITA. Pikiran dimana SEGALA KEBIASAAN terdata disana. Tetapi, SANG GURU justru mengatakan hal negatif yaitu "TERLAMBAT TERUS", Dua kata ajaib inilah yang justru menambah DATA KEBIASAAN kita. 

Padahal, jika SANG GURU mengakatan "BESOK BERANGKAT TEPAT WAKTU YA!"
Kemungkinan kita untuk berangkat TEPAT WAKTU menjadi SEMAKIN BESAR.

Karena kata-kata yang akan terngiang seharian penuh dipikiran kita adalah "BESOK BERANGKAT TEPAT WAKTU." Bukan ocehan berupa "TERLAMBAT TERUS".

Sampai disini paham?

Dialog Film itu SUGESTIF

Karena, ketika kita dalam bioskop, ataupun menonton melalui PC/LAPTOP. Kita secara tidak sengaja akan mengaktifkan PIKIRAN BAWAH SADAR. Tetapi dengan tanda-tanda yang BERBEDA dari indikator-indikator yang saya jabarkan di atas.

Oleh karena itu, kesimpulan saya adalah seseorang yang menonton film akan secara MASIF menerima SUGESTI yang disisipkan dalam SETIAP KATA yang terucap di FILM tersebut.

IMPLIKASI dari pemahaman baru ini adalah kamu harus berhati-hati memilih film yang ingin kamu tonton. Kalau kamu tipe orang yang tidak bisa memilih film. KAMU haruslah orang yang bisa mengendalikan PIKIRAN BAWAH SADAR KAMU. 

Dalam hal ini, saya pernah membuat produk berjudul TOMBOL FOBIA. Inspirasinya kurang lebih dari hal ini. Intinya, kalau kita bisa punya sebuah TOMBOL AJAIB yang bisa menetralkan pikiran bawah sadar dari PIKIRAN NEGATIF, apakah kita TIDAK INGIN MEMILIKINYA.

Saya jelaskan dulu fitur TOMBOL FOBIA.
TOMBOL FOBIA adalah tombol yang bisa kalian tekan dalam setiap kesempatan, kapan pun dimanapun. Sebuah tombol "IMAJINARY" yang bisa mereset semua fobia yang kamu miliki dalam satu KALI KETUKAN. KLIK. Hilang semua fobia yang kamu miliki.

BEGINI SEJARAHNYA,
Ada sebuah ilmu yang bernama SELF HYPNOSIS. SELF berarti KAMU,  iya KAMU.
HYPNOSIS berarti hipnosis (HIPNOSIS adalah ILMU, hipnosis itu bukan hipnotis. Secara keilmuan, orang Indonesia telah salah kaprah dalam penyebutan ilmu hipnotis. Sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu hipnotis ya HIPNOSIS, dalam bahasa inggris ditulis hypnosis. Sedangkan HIPNOTIS dalam bahasa inggris ditulis HYPNOTIST, yang berarti orang yang menghipnosis. Hipnotis itu orangnya, sedangkan HIPNOSIS itu ILMUNYA).

Kembali ke topik,
SELF HYPNOSIS adalah proses menghipnotis diri sendiri. Hal ini berarti MENGAKTIFKAN PIKIRAN BAWAH SADAR tanpa bantuan dari siapa pun juga. SERATUS PERSEN karena diri sendiri. Sehingga, yang bisa mengontrol SUGESTI yang kamu terima adalah KAMU SENDIRI.

Secara sederhana, kamu melakukan PROSES EDITING KESADARAN KAMU SENDIRI.

Jika sebelumnya kamu FOBIA ULAR, dengan TOMBOL FOBIA, kamu bisa menghilangkan FOBIA ULAR mu tanpa bantuan terapis. CUKUP, jentikkan jari (KETIKA PIKIRAN BAWAH SADAR SUDAH AKTIF), dan taraaa... FOBIA ULARMU tiba-tiba LENYAP.

AJAIB.

Itulah yang terjadi.


FILOSOFI FILM adalah satu segmen di terapifobia.com yang mereview film-film yang saya tonton. Banyak hal yang saya pelajari dari film-film. Saya ingin mengabadikan pelajaran-pelajaran berharga tersebut dalam sebuah catatan digital. Semoga bermanfaat.

sampai disini,
terima kasih sudah membaca.
Berkomentarlah jika kamu sudah membaca sejauh ini.
saya ingin tahu pendapat kamu tentang artikel ini.