Banyak orang terjebak mager dan tak bisa lepas dari mager.

Filosofi Mager 

Mager atau malas gerak adalah fenomena rakyat modern.
Seolah tak bisa lepas dari mager, teknologi terkini memanjakan para jamaah mager. Apapun tersedia dalam jentikan jari. Dunia yang dulu dianggap sebagai mitos belaka. Sekarang kita mengalaminya.

Perubahan zaman memaksa kita menerima kenyataan. Bahwa segala hal berubah drastis. Dari yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin. Yang awalnya impossible menjadi possible.

Alangkah mengerikannya, jika semua umat manusia mengalami fenomena mager. Gym-gym menjadi sepi. Karena netizen lebih suka olah jari daripada olah raga.

Saya sendiri merasakan mager. Ketika semangat sudah habis. Ketika keringat dicurahkan hampir habis. Pekerjaan diusahakan semaksimal mungkin, tetapi terkadang hasilnya tidak memuaskan. Perjuangan peluh terasa tidak berarti apa-apa. Disitulah saya merasa mager. Seolah apapun usaha tidak bisa berhasil.

Dalam kondisi mager, saya sering melakukan kilas balik dari apa yang sudah saya kerjakan. Apakah saya melakukan kesalahan. Ataukah ada detail kecil yang terlewat. Sehingga detail kecil itu mempengaruhi hasil yang besar. Pertanyaan demi pertanyaan saya ajukan kepada diri saya sendiri, self talks. Sembari mencari jawaban logis atas ketidakberhasilan sebuah usaha.

Seringkali selftalk inilah yang menjadi resolusi buat saya. Untuk menjadi lebih baik, lebih titis dalam bekerja.

Sahabat terapifobia, kamu pasti punya alasan tersendiri mengapa kamu bisa mager. Jangan bilang, kalau kamu memang hobi mager. Jangan bilang begitu, tetapi katakan di kolom komentar, kenapa kamu mager. Coba cari alasan yang logis, yang masuk akal. Pasti ada alasan.

Manusia adalah hewan yang berpikir, jadi ketika kamu mager, pasti ada alasannya.
Temukan alasan itu.

Mager itu boleh kalo kadang-kadang



Siapa juga yang bilang, kalau mager itu tidak boleh. Boleh-boleh saja, asalkan jangan terus-menerus. Misalnya seminggu penuh mager. Kan alasannya apa dulu, dilihat.

Mager kadang-kadang baik untuk beristirahat. Merefresh pikiran yang sebelumnya penuh sesak dengan problematika kompleks pekerjaan.

Rehat dengan mager dapat menjadi proses kreatif seorang seniman. Mencari inspirasi, mencari hal-hal baru yang tidak bisa didapatkan. Tidak bisa dipikirkan dengan berpikir keras.

Ide kreatif sering kali datang ketika sedang bermalas-malasan.

Dan itu logis teman-teman,

Begini, dalam ilmu jawa kuno, ada istilah ilmu titen. Ilmu Titen adalah ilmu yang tidak logis tapi terjadi. Dalam sebuah Pertarungan Pilkades, siapa pemenangnya dapat ditebak dengan cara memperhatikan kondisi Calon Kepala Desa. Siapa yang paling "ngantuk" di atas panggung, dialah pemenangnya.

Ini ilmu titen.

Penjelasannya begini, seorang yang dalam keadaan mengantuk. Berada pada gelombang otak alfa. Dimana gelombang alfa merupakan kondisi pikiran yang tenang, nyaman, damai. Gelombang alfa tidak bisa didapatkan dalam kondisi marah, kemrungsung, dan "mbatek" alias berpikir keras.

Kalau Guru Spiritual saya menyebutnya, Calon Kepala Desa yang ngantuk itu sedang menerima WAHYU KEPRABON. Semacam SENSE OF LEADER FROM THE UNIVERSE. Wahyu Keprabon dalam sejarahnya merupakan wahyu yang diterima oleh Raja-raja Jawa. Wahyu Keprabon atau "kewibawaan pemimpin" akan memilih siapa yang SIAP menerimanya. SIAP disini adalah kondisi spiritual seseorang, yang dapat dipersempit menjadi, siapa yang sedang berada pada kondisi tenang, damai dan hati yang bersih.

Orang yang sedang mengantuk tidak sempat untuk membenci siapa saja. Orang yang mengantuk tidak dalam kondisi dendam, ingin menjatuhkan, ingin menang, ingin jabatan, ingin popularitas. Dalam KONDISI NGANTUK orang HANYA INGIN TIDUR.

Begitulah kira-kira, para sahabat terapifobia

 

Mager bisa hancurkan masa depan



Menghancurkan? Ngeri.

Waktu akan menjawab setiap doa, dalam kondisi mager. Doa apa yang kamu panjatkan kepada Tuhan. Apakah dalam mager, kamu berdoa supaya kamu dapat mager untuk selama-lamanya? ngeri.

Mager dapat memperlambat kamu untuk mencapai target.

Mager dapat menghambatmu untuk mencari penyelesaian dari masalah yang kamu hadapi. Tidak ada yang peduli dengan kamu, kalau kamu sendiri tidak peduli dengan dirimu sendiri.

Mager boleh tapi...



Jika bisa tidak mager, jangan mager.
Begitulah kira-kira.

Kalau terpaksa mager, ya nikmati saja.
Mungkin ada saatnya kamu harus mager untuk mencari inspirasi, ilham, ide brilian.
Jadikan magermu bermanfaat.

Permanent Personaliy of Mager



Kalau terus-terusan mager, Mager akan menjadi kepribadianmu lho.
Hati-hati dengan kebiasaan burukmu, lambat-laun akan menjadi permanen dan sulit untuk dihilangkan.

Hal ini tidak hanya soal mager. 
Hal-hal lain seperti suka menunda-nunda sesuatu, suka mengulur-ulur waktu mengerjakan tugas. Bisa menjadi kebiasaan permanen dan sulit untuk dihilangkan.

Mager yang wajar



Diulang, diulang, diulang.

Apa yang menjadi latihanmu akan menjadi keahlianmu.
Kalau kamu latihan mager ya, ahli mager jadinya.

Begitulah,

Mager pada hal negatif 



Mager yang positif adalah ketika kamu mager untuk melakukan hal-hal negatif. Think the opposite kata Paul Arden.

Mager pada hal-hal yang bisa menyeretmu dalam kegagalan adalah keharusan. 

Cara mengatasi mager akut



  1. Bekerja pada bidang yang paling kamu suka

    Orang bilangnya bekerja sesuai passion, tapi jangan mendewa-dewakan passion. Karena bisa jadi suatu pekerjaan yang telah menghidupimu selama ini. Meskipun awalnya tidak kamu sukai, atau awalnya bukan passion kamu. Bisa jadi lama-lama menjadi kenikmatan tersendiri buat kamu. Kamu menemukan sisi yang kamu sukai dari pekerjaanmu. Lalu, secara berangsur justru kamu menemukan passion dalam pekerjaanmu.

  2. Lakukan hal yang membuatmu bersemangat

    Apapun itu kamu lebih tahu apa yang membuatmu bersemangat.

  3. Pilih Positive Circle

    Siapa di dekatmu, siapa orang yang dekat dengan kamu. Sahabat-sahabat kamu, sangat menentukan kebiasaan-kebiasaanmu. Cara kamu menjalani kehidupan sangat dipengaruhi oleh mereka. Pilih dengan hati-hati.

  4. Jangan Biasakan

    Sebelum menjadi kebiasaan buruk yang menghambatmu mencapai keinginan kamu, alangkah lebih baiknya, jangan menjadikan mager sebagai kebiasaan buruk.

  5. Sehari Tanpa Hiburan

    Sebuah refleksi diperlukan untuk melangkah maju lebih bersemangat.

  6. Out of Internet

    Terlalu banyak informasi yang masuk ke dalam otak kadang membuat seseorang susah untuk berpikir jernih. Menjauh dari internet kadang-kadang adalah sebuah keputusan bijak. Untuk menjernihkan pikiran dari informasi yang distraktif.

  7. Meditasi, Yoga, apapun itu ynng bertema "menyendiri"


     

    Bisa menjadi sebuah ritual yang membawa kita menjelajahi ketenangan jiwa. Menenangkan tubuh dan pikiran adalah ritual wajib untuk mendamaikan pikiran dari distraksi. Meredam amarah. Menenangkan jiwa.

terima kasih sudah membaca sejauh ini.
silahkan berkomentar untuk berdiskusi.