Daripada susah payah mencari kebahagiaan. Lebih baik kita menemukan kebahagiaan. Dari hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita. Pernahkah kamu ditegur oleh temanmu, kenapa harus naik gunung. Kalau hanya untuk lihat gunung. Padahal di atas gunung, kita tidak akan bisa melihat puncak gunung.



Dramatis.

Mencari kebahagiaan seperti pendaki gunung. Tujuannya adalah puncak gunung. Tetapi, ketika kita sudah sampai puncak gunung. Kita tidak benar-benar bisa melihat "puncak". Yang telihat dari puncak gunung, justru puncak-puncak gunung lain yang terlihat lebih indah dari atas sana.

Hamparan persawahan yang memanjakan mata. Kota kerlap-kerlip di tengah malam. Manusia di ujung sana terlihat sebagai sebuah titik. Tak ada artinya.

Hidup bagaikan sebuah air yang mengalir. Kemana arah yang dituju, tidak jelas. Karena kita hanya bisa mengikuti takdir. Jika ada batu, kita mencari celah untuk melangkah. Kita tak ada jalan lain. Kita hanya bisa terjun. Melanjutkan perjalanan panjang menuju muara.

Kemana angin menghembus, memporak-porandakan ketenangan genangan kita. Kita hanya bisa mengendalikan sebaik mungkin genangan kita.

Air.